Wonwoo dan Seokmin bergegas ke kelas Hansol dengan membawa CD-R ruang cctv yang tadi ia dapatkan dari Pak Abdul teknisi sekolah. Di kelasnya, Hansol sudah membuka perangkat laptopnya mengotak-atik beberapa software yang mungkin akan membantu mengembalikan rekaman CD-R yang disebut wonwoo menghilang dan tidak bisa terbaca di PC.
Setengah jam setelah mencari celah dimana penyebab CD-R tersebut tidak terbaca akhirnya Hansol berhasil, CD-R tersebut kini sudah bisa berfungsi dan seluruh datanya bisa di kembalikan.
Hansol membuka file dengan tanggal di hari Minggu kemarin dimana kejadian hilangnya kostum lomba Soonyoung secara tiba-tiba. Mereka bertiga dengan sabar memperhatikan 4 multi layar dari 4 sudut cctv di sekitar aula yang mucul di laptop Hansol.
Keterangan bahwa Minho dan Daniel sempat mengobrol di belakang mobil Jun memang benar dan setelahnya Daniel juga meninggalkan mobil tersebut untuk membantu Irene, bahkan dari waktu yang terlihat pada rekaman cctv tersebut Daniel hanya meninggalkan mobil selama 3.34 menit saja saat menitipkannya kepada Joshua yang baru datang dari arah gerbang sekolah, semua kejadian tertangkap kamera cctv dengan jelas. Tidak ada hal aneh yang terjadi, setelah Daniel kembali pun Joshua langsung pergi ke ruang OSIS.
Dari sini tidak ada yang dapat membuktikan tuduhan yang merujuk pada Joshua sebagai pelakunya. Hingga tim the Breeze berangkat ke Hotel pun tidak ada kejanggalan yang terjadi.
Rekaman terus di putar, beberapa bagian pun memang sengaja di percepat untuk mempersingkat waktu karena jujur saja Wonwoo merasa sangat tidak sabar untuk melihat keselurahan hasil rekaman selama seharian itu. Ia yakin pasti ada sesuatu yang tersimpan dalam rekaman di hari itu. Beruntung sekarang adalah jam terakhir di sekolah dan semua guru sedang rapat dengan Kepala Sekolah sehingga kelas mendapatkan jam kosong hingga bel pulang nanti berbunyi. Wonwoo, Hansol dan Seokmin bisa dengan tenang memeriksa cctv.
“SOL SOLLL SOLLLLLL STOPPPP SOLLLLLL BALIK DIKITTTT 2 MENIT YANG LALU” Seokmin yang merasa melihat sesuatu saat hansol mempercepat rekaman cctv tersebut tiba-tiba heboh sambil memukuli pundak si adik tingkat.
Pada pukul 10.48 yang tertera pada layar rekaman terlihat mobil Jun kembali datang ke Sekolah, padahal jika wonwoo ingat pada pukul tersebut tim the Breeze seharusnya sudah bersiap untuk naik ke atas panggung karena tepat pukul 11.00 the Breeze dipanggil sebagai performer selanjutnya, yang menjadi pertanyaan di kepala wonwoo kenapa tiba-tiba ada mobil Jun kembali ke Sekolah?
Yang membuat ketiga siswa itu semakin terkejut adalah bahwa seseorang yang keluar dari mobil adalah orang yang tidak diduga-duga. Minho. Seorang diri. Menyetir mobil Jun.
Minho memang bergabung di tim ekskul dance the Breeze di Sekolah dan rutin latihan bersama, namun untuk perlombaan ini Minho memang tidak berpartisipasi dikarenakan ia yang baru bergabung di semester awal kelas 2 sedangkan persiapan lomba ini sendiri sudah berjalan sejak semester akhir kelas satu. Karena Soonyoung sangat menyukai Minho dan mau teman satu timnya itu untuk tetap bisa berpatisipasi dalam lomba, dan juga sekaligus pemanasan untuk lomba selanjutnya di tahun depan maka dari itu Soonyoung memberikan tanggung jawab kepada Minho untuk membantu mengurusi segala persiapan lomba, Soonyoung yakin dengan begitu Minho juga akan merasa lebih termotivasi dan mengerti hal apa saja yang diperlukan untuk persiapan sebelum kompetisi.
Kembali pada rekaman cctv, hal yang lebih mengejutkan lagi adalah saat Minho keluar dari mobil Jun membawa satu setel baju atasan berbahan satin putih dan celana kain hitam yang Wonwoo kenali dengan jelas adalah Kostum soonyoung untuk penampilan solonya. Minho berjalan menuju lapangan basket yang ada di depan aula kemudian terus lurus ke arah ruang ganti yang biasa di pakai anggota eksul basket untuk mengganti pakaian ataupun mandi setelah latihan.
Minho terlihat menunggu seseorang di depan karena pintu terlihat masih di kunci. Lima menit rekaman itu terus berputar, selama itu juga Minho menunggu dengan tenang di depan ruang ganti, pada menit selanjutnya orang yang paling di curigai oleh teman-teman Soonyoung muncul, orang yang sama yang pernah ada di hidup wonwoo untuk berbagi kisah kasihnya. Joshua datang tanpa menyapa Minho dan langsung membuka pintu ruang ganti. Pada detik ini Wonwoo memukul meja yang ada di depannya dengan keras “ANJING!!” .
Seokmin dan Hansol tidak terkejut, terlebih Seokmin yang rasanya juga sama marahnya dengan wonwoo. Soonyoung adalah teman akrabnya sejak SMP, melihat hal buruk terjadi pada soonyoung tentu membuat Seokmin juga ikut naik pitam.
“Bang lo dimana? ke kelas hansol sekarang bang” itu seokmin yang menelepon Seungcheol. Saat Seokmin masih dalam panggilan teleponnya Hansol dengan inisiatif mengedit dan memotong bagian kejadian barusan yang dibutuhkan sebagai bukti untuk di kirim kepada Seungcheol dan Jeonghan.
Wonwoo juga menghubungi Jun yang ternyata sedang berada di ruko sebelah untuk mengecek cctv ruko tersebut yang ternyata juga menangkap area belakang sekolah mereka, dari ruko sebelah Jun mendapatkan rekaman yang lebih jelas karena cctv yang digunakan memiliki hasil rekamannya yang berwarna. Jun mengirimkan beberapa screenshoot wajah Joshua dan Minho dari depan kamera cctv via chat kepada wonwoo. Bukti-bukti ini menambah keyakinan Wonwoo bahwa pelaku sabotase kostum soonyoung pada lomba hari Minggu kemaren bukan hanya Joshua tapi juga Minho.
Bergegas menuju ruang OSIS, seungcheol menggandeng lengan Minho dengan protektif bahkan Minho hampir saja jatuh terseret karena tarikan tangan Seungcheol yang kuat dan langkahnya yang cepat, Wonwoo dan Seokmin mengikuti dari belakang.
Saat keempatnya sampai, Jeonghan sudah ada di ruang OSIS duduk berseberangan dengan Joshua di ruang khusus ketua OSIS dan wakilnya yang biasa di pakai untuk menuntuntaskan tugas-tugas dan kewajibannya sebagai wakil siswa di sekolah.
Joshua, Wonwoo, Minho, Seungcheol, Jeonghan dan Seokmin sekarang berada di ruangan yang sama, untuk meredam suara Seokmin menutup pintu ruangan tersebut namun belum sempat tertutup rapat Jun datang dengan tiba-tiba menerobos masuk dan langsung menghantam Minho dengan kepalan tangannya. Tidak kurang dari 5 pukulan bertubi-tubi ia layangkan ke wajah satu tim ekskulnya itu, Minho jatuh tersungkur di lantai dan sebelum Jun mendaratkan pukulan keenamnya, Jun sudah di tarik mundur oleh Wonwoo.
“Lo harus tahan emosi lo jangan sampai lo ikut-ikutan bersalah dan dihukum bareng sama mereka” kata wonwoo masih dengan kuat menarik tubuh Jun. Selain wonwoo, tidak ada yang melerai perkelahian Jun barusan bahkan Minho sendiri tidak melawan.
Ican yang ada di depan pintu hanya bisa berdiri mematung melihat Minho, tidak pernah ada dalam bayangan Ican bahwa Minho yang sudah di anggap sebagai saudara akan berbuat hal jahat seperti itu untuk Soonyoung. Ican anak yang mudah akrab bahkan dengan kakak tingkat sekalipun, ikatan kuat dengan anggota tim the Breeze membuat Ican percaya bahwa pertemanan mereka bukan hanya sekedar teman mengisi waktu luang untuk ekskul namun bagi Ican the Breeze adalah keluarga dekatnya termasuk Minho. Tapi, hari ini Ican harus melihat kenyataan pahit bahwasannya yang terbaik pun bisa melakukan hal terburuk.
Kenyataan terbongkar tak dapat dielak, fakta dan bukti sudah di tangan. Yang ada hanyalah menunggu pengakuan dari Joshua dan Minho.
“Iya gue yang bawa baju nyong ke ruang ganti” kata Minho tertunduk.
“KENAPA SIH NJINK LO ADA MASALAH APA SAMA NYONG?! LO BAHKAN DI TERIMA SAMA DIA BUAT JOIN PADAHAL THE BREEZE GAK OPEN RECRUITEMENT BABIIIII !!! NYONG MAU AJA NERIMA ELO TAPI INI TERNYATA NIAT LO GABUNG DI KITA?!!! BANGSAT YA LO !!” jun kembali tersulut emosinya namun kini Ican yang menahan.
“Gue suka sama Joshua” ucap Minho pelan, Joshua terlihat membuang mukanya ke arah lain. “tapi dari awal gue gabung di the Breeze bener tulus, ga ada sangkut pautnya sama ini gue emang mau ikut dan gue suka nari, gue murni mau nyalurin bakat Jun. Gue sadar gue udah kelewat batas bahkan dari kemaren gue ngga tenang ngeliat nyong bisa sampe masuk rumah sakit gara-gara itu, gue minta maaf” sambung Minho
“Minta maaf sama soonyoung” suara berat Wonwoo menggema menarik atensi Joshua
“Lo bucin boleh tapi jangan goblok” kini Han yang bersuara
“iya kak” “Awalnya gue gak mau sampai begini, gue cukup ngeliat kak shua dan sukain dia dari jauh tapi waktu gue tau kak shua masih suka sama wonwoo, dan nyong bisa aja jadi penghalang buat bahagianya kak shua, gue gak mau ak shua sedih dan karena itu gue jadi berpikiran pendek kak, gue ngga mikirin nyong lagi” Minho mengakui semua kesalahannya
“bagus bener ya akting lo dari kemaren sat!!” tambah jeonghan lagi
“biar lo bisa tetap gabung di the breeze setelah lo bikin nyong masuk rumah sakit? GITU? DASAR ANAK SETAN LO!!! ” Jun kembali tersulut emosi, sedangkan Minho hanya bisa diam tanpa bisa mengelak lagi. Semua telah terjadi dan penyesalan selalu di akhir.
“LO NJING?? DIEM AJA DARI TADI?” Jeonghan menyambar Joshua yang hanya diam sejak tadi
“Gue cuma minjemin kunci, dia yang minta” Sang ketua Osis menunjuk Minho.
Plakk
Satu tamparan keras di hadiahi Jeonghan untuk Joshua, ada goresan kecil di pipinya dan mata yang tiba-tiba berkabut. Perih yang Joshua rasakan apalagi melihat Wonwoo hanya diam di ujung ruangan.
“Udah kak Han kita ke Ruang BK ajalah” Ujar Seokmin
“Gua bikin malu mampus lo tapi gak perlu lah bentar lagi lo juga lengser kan dari jabatan maha besar lo ini. Gue nggak muluk-muluk njing lo minta maaf aja ke soonyoung gausah main ke BK males gue urusan panjang sama orang ga penting kaya lo berdua” kata Jeonghan
“Asal lo tau ya kalo sampai annouce lomba nanti soonyoung gagal dan ga bisa dapat beasiswanya gue jamin lo berdua bakal nyesal seumur hidup lo, terutama lo No !! Lo tau segimana kerasnya nyong latian. Lo rusak perjuangan orang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun” sambat Jun.
“Beasiswa apa?” Joshua yang tak tahu arah pembicaraan Jun barusan.
“Lomba kemarin pembuka jalan soonyoung buat dapat beasiswa di IKJ, dia mau masuk jurusan Seni. Makanya dia harus menang lomba performance solonya kemaren sebagai tiket dia ke sana dan lo celakain dia kak” Ujar wonwoo tajam
“Lo catat ya Ketos yang terhormat! nyong latihan hampir setahun buat itu dan dalam sehari lo buat dia kacau” sambung Jun menunjuk-nunjung wajah Joshua
Kontan rasa bersalah menjalar di hati Joshua, ia tidak tahu perbuatan nekat tanpa pikiran panjang kemarin bisa berakhir fatal untuk masa depan seseorang.
“Maaf.......” akhirnya Joshua menunduk
“Lo bisa bilang langsung ke soonyoung, gue ga ada hak buat ngehakimin lo atau memaafkan lo karena gue udah ga ada urusan lagi sama lo kak. Soonyoung yang sakit” ucap Wonwoo
Setelahnya mereka masing-masing pergi dari ruang OSIS membiarkan Joshua dan Minho merenungi kesalahannya. Biarlah Soonyoung nanti yang memutuskan apakah dia mau melanjutkan laporan kasus ini, yang terpenting sekarang adalah kebenarannya sudah terungkap. Yang terdekat bahkan bisa melukai lebih sakit.