The Promotion
Setelah dua tahun meninggalkan masa lalunya Wonwoo perlahan bangkit dari sakit hati dan penyesalannya. Berkat Seungcheol dan Seungkwan pendukung paling setianya Wonwoo berhasil mendapatkan promosi menjadi salah satu pimpinan divisi di Kantor Pusat Jtrust Bank di Jepang.
Bank swasta asal Jepang itu memang sedang melakukan invasi besar-besaran tahun ini sehingga membutuhkan tenaga kerja kompeten lebih untuk berkontribusi dalam projek besar tersebut. Wonwoo yang berasal dari divisi Human Resourcess benar-benar mengembangkan kemampuannya selama ini dan banyak mempelajari hal baru hingga ia bisa menembus internal seleksi di divisi Management Resiko dan menjadi satu-satunya perwakilan Jakarta yang bisa mendapatkan promosi di kantor pusat. Sebuah pencapaian besar selama dirinya berkarir.
Wonwoo sudah sampai di Jepang dua hari lalu, musim gugur di luar sana membuatnya harus selalu mengenakan mantel tebal. Belum terbiasa dengan suhu dingin yang tidak seberapa dibanding musim salju yang sebentar lagi juga akan menyusul.
Apartemen yang diberikan oleh perusahaan lebih besar dan lebih baik dari miliknya di Jakarta, menjadi pilihan untuk bisa bekerja di kantor pusat ternyata bukan main-main. Dia mendapatkan fasilitas yang luar biasa dan tentu saja gaji yang besar belum lagi masih ada promosi dan jenjang karir yang terbuka di depan sana. Wonwoo benar-benar bersemangat untuk menjalani harinya yang baru di sini.
Wonwoo di usianya yang ke-26 adalah pribadi yang jauh lebih dewasa dan lebih baik. Ia menjadi lebih bijak dan tegas dalam mengambil keputusan untuk hidup dan pekerjaannya. Semua ia lakukan dengan maksimal agar tidak ada lagi penyesalan dalam hidupnya.
Besok akan menjadi hari yang besar baginya, Senin pertama sebagai pimpinan divisi Management Resiko di kantor pusat. Seperti instruksi senior yang sudah lebih dulu berkantor di sini, besok ia akan dikenalkan dulu kepada para Direksi dan pimpinan divisi lain agar kerjasama antar rekan kerja lebih bersinergi.
Tatanan rambut hitam rapi disisir ke belakang dengan satu setel kemeja putih dengan jas hitam yang membalut pundak lebarnya, Wonwoo melangkahkan kaki ke dalam lift bersama Pak Lee yang merupakan seniornya yang juga dari Jakarta. Pak Lee yang sejak kemarin membantu administrasi kepindahannya dari Jakarta ke Jepang, bahkan beliau sendiri yang menjemput Wonwoo di bandara dua hari lalu. Pak Lee memiliki kepribadian yang hangat dan mudah akrab, Wonwoo bersyukur dimana pun ia bekerja selalu di kelilingi oleh orang-orang baik.
Selama di dalam lift beberapa kali berpapasan dengan karyawan Jtrust Bank yang lain, mulai dari orang Jepang sampai orang Indonesia yang Wonwoo ketahui setelah mereka menyapa Pak Lee dengan bahasa yang sudah sangat Wonwoo kenali.
Pak Lee bercerita ada total 3 orang orang Indonesia yang menjadi pimpinan Divisi di kantor pusat ini diantara 11 pimpinan divisi yang ada. Satu diantaranya adalah dari Jakarta yang sudah dua tahun menetap di sini. Dari cerita Pak Lee, Wonwoo bisa simpulkan orang-orang ini memiliki satu kesamaan yaitu ambisi dan pengorbanan karena di antara mereka rata-rata sudah menikah dan harus meninggalkan keluargnya di negara asal dan tetap berusaha menjadi yang terbaik dalam pekerjaannya. Wonwoo salut dan ingin menjadi lebih baik juga.
Tidak sampai dua menit berada di lift, mereka akhirnya sampai di lantai ke-18 tempat dimana pertemuan pertama Wonwoo dengan para Direksi dan Pimpinan Divisi lain.
Lantai ini dipenuhi oleh ruangan-rungan yang pintunya dilapisi kaca terlihat begitu bersih dan mewah. Tidak bohong jika ia menjadi lebih gugup dari biasanya terlebih Wonwoo yang belum sepenuhnya mahir berbahasa Jepang, khursus bahasa Jepannya baru berjalan selama enam bulan dan baru akan dilanjutkan kembali saat sampai di sini, jadi wajar ada khawatir yang Wonwoo rasakan saat akan bertemu dengan atasan dan rekan-rekannya nanti.
Pak Lee membuka pintu kaca paling ujung diikuti Wonwoo di belakangnya, Wonwoo masuk dengan percaya diri setelah mendapatkan tepukan di punggungnya oleh Pak Lee.
Ia kemudian dihadapkan dengan total 5 Direksi berkebangsaan Jepang dan Inggris, berjabat tangan dan memperkenal diri sesopan mungkin. Diluar dugaan sambutan oleh para Direksi begitu hangat diluar dari bayangan Wonwoo dimana canggung akan menguar.
Rupanya sudah banyak kabar beredar mengenai calon pimpinan divisi Management Resiko yang baru ini, Wonwoo memiliki image baik dalam pekerjaan bahkan sebelum ia sampai di sini. Sebuah kehormatan bagi Wonwoo jika pekerjaan memiliki kesan yang baik bagi atasannya.
Proses perkenalan berlanjut dengan Pimpinan Divisi lain yang akan menjadi rekan Wonwoo di sini. Mereka masuk setelah para Direksi meninggalkan ruangan itu, memang dibuat terpisah karena sudah menjadi peraturan dari perusahaan.
Satu persatu Pimpinan Divisi lain masuk, menyapa dan beberapa melemparkan senyum ramah serta berjabat tangan sampai Pimpinan Divisi dari Bussiness and Treasury Management sampai paling terakhir di ruangan itu karena ada meeting unitnya yang tadi masih berlangsung.
Ia masuk dengan ungkapan maaf tulus sampai, Pimpinan Divisi itu berdiri di depan Wonwoo. Mengulurkan tangan untuk menjabat tangan.
Waktu seolah berhenti, rotasi bumi tak berputar sebagaimana harusnya. Kedua mata saling memandang dalam, ada deru dari darah yang mengalir begitu cepat, ada memori yang terputar dari deretan kenangan yang sudah di simpan rapat-rapat jauh di dalam sana, membangunkan kembali rasa yang dulu seperti percikan kembang api yang sempat padam.
Aliran darah yang begitu deras tiba-tiba berhenti saat jantung akan memompanya lebih kuat, aliran itu seperti terhenti di pergelangan tangan keduanya. Telapak tangan itu terasa begitu dingin ketika perlahan waktu kembali berdetik dan bumi kembali berputar.
Garis mata itu masih sama indahnya, bola mata itu masih sama memancarkan kerlipnya bahkan saat ini terlihat lebih tanjam dan hidup. Begitu dewasa, begitu kuat dan begitu ia rindukan.
Sosok itu kembali muncul di hadapannya dengan versi lebih dewasa dan dan lebih baik dari dua tahun lalu.
Menjadi jawaban dari pertanyaan Wonwoo selama ini mengapa dirinya sampai begitu sulit melupakan orang yang sekarang berada di hadapannya ini.
Dia begitu luar biasa berkharisma dan indah.
“Welcome, Wonwoo” ujarnya saat menjabat tangan Wonwoo dengan profesional.
“Thank you, Soonyoung. Nice meeting you here” balas Wonwoo menjabat tangannya.