Stasiun Kemayoran
Mature content please be wise 🔞
.
.
Bisa dibilang Soonyoung tidak beruntung, niat ingin bersantai di pinggir pantai Ancol selepas makan malamnya dengan Wonwoo. Namun, malah terjebak di dalam mobil dengan hujan yang mengguyur kota Jakarta saat ini.
Mobil Wonwoo kini terparkir di halaman parkir stasiun Kemayoran, karena hujan yang deras dan jalannya yang macet di malam minggu akhirnya mereka memutuskan untuk menepi sejenak, menunggu hingga kemacetan terurai kembali. Tidak ada gunanya juga terjebak di antara mobil-mobil di tengah jalan, hal itu hanya akan menambah lelah kaki yang harus mengontrol pedal gas dan rem mobil.
Sebelum menepi keduanya sempat membeli junk food drivethru yang kebetulan di lewati, dua gelas cokelat hangat, waffle, ayam goreng dan nugget. Jangan tanya kenapa sebanyak itu padahal mereka sudah makan malam, kata Soonyoung ia sedang banyak pikiran jadi tidak apa-apa membeli sedikit tambahan makanan penutup.
Suasana di parkiran itu sudah gelap dan sepi, terpaan angin dan derasnya air hujan membuat orang ramai-ramai menepi ke dalam gedung yang lebih aman dan untuk jam malam seperti ini jumlah penumpang KRL pun sudah mulai sedikit.
“Gak kenyang barusan?” tanya Wonwoo sambil meminum coklat panasnya.
“Kenyang tapi kalau nyemil itu beda lagi daddy” balas Soonyoung sambil mengigit wafflenya.
“Baby, is it good?” Wonwoo memperhatikan Soonyoung yang asik menguyah.
“Hmm BANGET”
“Give me some“
Kemudian Soonyoung menjulurkan tangannya, memberikan wafflenya tadi dihadapan mulut Wonwoo. Wonwoo hanya diam tidak membuka mulutnya sama sekali.
Soonyoung bingung, sepersekian detik ia terdiam dan kemudian baru menyadari.
“Ah...” Ia baru paham, Soonyoung menarik kembali tangannya dan langsung menggigit wafflenya lagi tanpa menelannya dan kemudian naik ke pangkuan Wonwoo yang masih duduk di balik kemudi.
“Here” ujar Soonyoung dengan waffle yang masih menyumpal bibirnya. Wonwoo langsung menyambut bibirnya, mengambil potongan waffle dari bibir Soonyoung dan mengunyahnya tanpa melepas tautan bibir mereka.
“Yea it's good” kata Wonwoo setelah menelan seluruhnya.
Di atas pangkuan Wonwoo, Soonyoung masih asik menghabiskan makanannya dan Wonwoo yang menikmati pemandangan di depannya sambil sesekali menyeruput coklat panas yang masih tersisa. Jok mobil ia mundurkan agar Soonyoung memiliki ruang lebih duduk disana.
“Deres ya, daddy?” kata Soonyoung memandang hujan di luar dari kaca di pintu mobil.
“Hmm” jawab Wonwoo singkat tidak terlalu tertarik dengan topik barusan, karena ia lebih tertarik dengan dua gundungan kecil dibalik baju kaos hitam milik Soonyoung yang sekarang sudah ia mainkan dari luar.
Soonyoung melentikkan tubuhnya saat merasakan sentuhan Wonwoo, ia hanya diam dan saling berpandangan. Tidak ada ekspresi apapun selain tatapan tajam keduanya. Wonwoo terus menyentuh titik sensitif tersebut dengan tangan kirinya, menunggu reaksi Soonyoung untuk meledak karena Wonwoo tahu baby-nya ini sekarang sedang sekuat tenaga menahan suaranya.
Diam-diam Wonwoo menaikan tangan kanannya, mengelus gundukan dibalik celana jeans yang dipakai Soonyoung yang ternyata sudah menegang sejak tadi.
“Ahhhhhh” akhir Soonyoung menyerah, kepalanya terbanting ke belakang saat merasakan remasan Wonwoo di bawah sana.
“Enak diginiin?” tanya Wonwoo mengurut penis Soonyoung sekaligus memainkan *nipples”nya dari luar pakaian.
“Lagi dad...” ujar Soonyoung yang mulai menggesekkan pantatnya diatas paha Wonwoo.
“Jawab pertanyaan saya tadi”
“En-aHHH! enak dad” Wonwoo membuka restleting celana jeans Soonyoung dan mengusap ujung penisnya yang masih berbalut celana dalam.
Karena kenikmatan yang diberikan Wonwoo, Soonyoung butuh pengalihan lain maka ia tarik leher Wonwoo dan langsung mencium bibirnya dalam. Ciuman basah dengan lumatan lidah yang saling mengecap satu sama lain, melilit disetiap kesempatan dan menghisap lidah yang kalah. Bibir Soonyoung itu penuh namun tipis di saat bersamaan, jadi akan terasa sangat kenyal saat Wonwoo melumatnya. Di hisapnya bergantian bibir atas dan bawah Soonyoung, mencari setiap kenikmatan dari lembut dan basah ciuman mereka.
Wonwoo kemudian melepas ciuman di bibir dan beralih ke perpotongan rahang Soonyoung, diciumnya tipis seluruh permukaannya dibantu Soonyoung yang semakin mengangkat lehernya. Tangan Wonwoo masih di bawah sana, mengurut penis Soonyoung yang sudah ia keluarkan dari celana dalamnya, sangat merah dan tegang. Sedangkan Soonyoung sendiri terus menggesekan lubang pantatnya di atas gundukan Wonwoo yang mulai terasa gatal.
Hujan turun begitu deras di luar ditambah petir yang saling sahut-sahutan bergemuruh dengan angin yang bertiup sangat kencang. Namun, Soonyoung merasa panas sekujur tubuhnya meremang. Digigitnya ujung bawah kaos hitam yang menutupi tubuhnya dan mengekspos pentilnya yang juga sudah menegang dan bengkak.
“Daddy isap....” pintanya lemah.
“Beg for that“
“Please daddy isapin pentil aku, gatel”
Kemudian diusapnya pentil Soonyoung dengan jempol kirinya membuat sang baby semakin kepanasan”
“Daddy please.......” masih menggesekan pantatnya di atas penis Wonwoo.
Dimainkannya pentil kiri dan kanan Soonyoung dengan kedua tangannya sebelum akhirnya Wonwoo jilat dengan lidahnya yang tebal.
“Ohhhhhh...........”
Kini Wonwoo menjilati pentil Soonyoung dengan rakus kemudian menyusu seperti bayi yang kehausan. Digigitnya sesekali ujung pentil itu, membuat pemiliknya berteriak nikmat.
Soonyoung menarik kembali wajah Wonwoo dan menciumnya. Lidah mereka kembali beradu.
Dalam hitungan detik kini celana jeans berserta dalaman milik Soonyoung sudah terlepas, bahkan kini restleting Wonwoo pun sudah terbuka lebar menampakkan penisnya yang sudah gagah berdiri. Gilirian Soonyoung sekarang yang mengocok penis Wonwoo dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya sibuk mengocok penisnya sendiri. Wonwoo menikmati setiap rematan telapak tangan Soonyoung di kulit penisnya yang berurat, ia hanya duduk bersandar dengan tangan yang menyilang ke atas bertumpu pada sandaran jok di belakang kepalanya.
“Argh” eram Wonwoo saat Soonyoung berhasilnya membuat Wonwoo pre-cum.
“stroke it together baby” perintah Wonwoo. Kemudian Soonyoung menyatukan kedua penis mereka dan mengocoknya bersamaan dengan tangannya.
“Oh God! Soonyoung”
Suara hujan bercampur dengan desahan mereka.
“Ah ah ah dad”
Tangan Soonyoung terlalu kecil untuk sekaligus mengocok kedua penis mereka, maka Wonwoo kini menggantikan tugannya. Tangan besar Wonwoo langsung menggenggam penis mereka mengocoknya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dan kasar dari Soonyoung barusan, membuat Soonyoung kembali melempar kepala kebelakang merasakan nikmat.
“Dad, mau keluar......”
“Keluarin aja”
“Eungh....” “Ah dikit lagi dad kocokin terus ah ah”
“Daddddddhhhhh ak- ahhhhh..” cairan putih Soonyoung menyembur ke atas baju Wonwoo dan penis mereka. Lengket dan basah.
“Berdiri” perintah Wonwoo.
Bahkan ejakulasi Soonyoung belum tuntas sepenuhnya namun ia harus berdiri saat ini juga. Masih mengangkang di atas paha Wonwoo, Soonyoung perlahan menapakan kakinya di lantai mobil.
Wonwoo kemudian memundurkan lagi sedikit jok mobilnya dan menaikan suhu pendingin. Setelah itu menarik lagi pinggang Soonyoung untuk kembali duduk di pangkuannya.
“No, no, no baby...saya mau masukin. Bantu saya” perintahnya lagi.
Soonyoung menurut, kemudian ia meludahi tangannya sediri dan mengusapkannya ke penis Wonwoo. Sebenarnya tidak perlu karena pre cum Wonwoo sudah keluar sejak tadi di tambah cairan Soonyoung yang barusan menyembur masih basah disana. Tapi bukan Soonyoung namanya, itu adalah salah satu caranya untuk menggoda Wonwoo. Diludahinya lagi telapak tangannya untuk kedua kali, namun kali ini tangannya ia usapakan pada lubang pantatnya yang sebentar lagi akan di hujam dengan penis Wonwoo.
“Masukin sekarang” tegas Wonwoo tidak tahan dengan Soonyoung tak kunjung berhenti menggodanya.
Kemudian Soonyoung mengambil penis Wonwoo, menggenggamnya dan mengarahkannya di depan lubang pantat Soonyoung. Ujung penis Wonwoo yang tebal dan tumpul membuat friksi nikmat lain saat bersentuhan dengan permukaan lubang Soonyoung yang berkedut.
Penisnya masuk perlahan, Soonyoung terus mendorongnya masuk.
“Ahhhh daddy it won't get any deeper“
“Paksa. Harus masuk semua”
“Eunghhhh...” Soonyoung menekan pinggulnya turun agar penis Wonwoo bisa masuk semua.
Tidak sabar, Wonwoo langsung memeluk pinggang Soonyoung dan menghentakkannya ke bawah, membuat penisnya benar-benar tertanam di lubang pantat Soonyoung.
“DADDDYYYYYYYY AH!” Soonyoung terkejut dengan aksi tiba-tiba Wonwoo.
Tidak memberikan waktu jeda, Wonwoo langsung menggenjot lubang Soonyoung.
Di atas paha Wonwoo, Soonyoung terpental tidak karuan. Lubangnya di gempur habis karena terus-terusan menyedot penis Wonwoo.
Karena pusing dengan overstimulasi yang Wonwoo berikan, Soonyoung mengaitkan tangannya pada leher Wonwoo dan berpegangan disana. Wonwoo sendiri kini memeluk pinggang Soonyoung dan terus menghentakkan penisnya di bawah sana.
“Shhhh...baby kiss me” mereka berciuman kacau. Sedangkan hujan di luar sana tak kunjung berhenti.
.
Saat ini posisi mereka berubah, sekarang Soonyoung ikut menghadap ke depan dengan tangan dan dadanya yang memeluk stir mobil dan pantat yang sedikit menungging memberikan akses Wonwoo untuk memasukkan penisnya lagi.
TINNNNNNNNNNNNNNNNNNN
Keduanya terkejut karena saat Wonwoo memasukkan penisnya dengan kencang barusan, dada Soonyoung tanpa sengaja menekan tombol klakson.
“Sorry daddy” celetuk Soonyoung.
“Pindah ke belakang” Wonwoo menunjuk kursi penumpang di belakang. Membiarkan Soonyoung pergi duluan dengan tubuh setengah telanjang. Saat Soonyoung merayap ke belakang pantatnya otomatis menyungging dan berada di depan wajah Wonwoo. Karena gemas, di tamparnya pantat bulat Soonyoung.
“Aw! It hurts daddy” protes Soonyoung.
“Quite” Wonwoo menyusul.
Di belakang sana posisi mereka tetap sama dengan Soonyoung yang menghadap ke depan, duduk di pangkuan Wonwoo. Menggenjot sekuat tenaganya, mencari pencapaian dan nikmat dunia.
Tangannya ia tumpu di atas paha Wonwoo di kiri dan kanan agar genjotannya semakin kuat, Wonwoo pun ikut memompa pinggangnya dari bawah dengan arah belawanan membuat kegiatan sex mereka semakin intense.
Tidak puas kini Wonwoo menarik Soonyoung, di buatnya sang baby bertumpu pada lutut dan tangannya. Lutut dan tangan kanan Soonyoung menumpu pada kursi jok mobil sedangkan lutut kirinya bertumpu pada lantai mobil dengan tangan kiri yang menempel di kaca pintu mobil di depannya. Wonwoo bangkit dan menggempur Soonyoung dengan posisi “doggy style”, posisi ini membuat lubang Soonyoung semakin merekah lebar, kedutannya terlihat dengan jelas. Sebelum memasukan penisnya lagi, Wonwoo sempat menyentuh lubang berkedut itu dengan jempol tebalnya, menyumpal lubang itu dan menekan-nekannya sebentar yang memberikan efek lenguhan bagi Soonyoung.
“Ahhhhhh iya! yang itu daddy”
“Ini?” ujar Wonwoo saat memasukan penisnya lebih dalam.
“Iyahhhh ahhh terusin dad itu iya.....iyaaaaahh.. ahhh”
Wonwoo memengan pinggul telanjang Soonyoung protektif, membuat lubangnya terus menghisap penis Wonwoo di sana.
“Enak di ewe kaya gini, baby?”
“Enak daddy...suka...” balas Soonyoung yang masih bertumpu pada kaca mobil.
“Lubang kamu kecil tapi bisa nyedot kontol saya dalem begini”
“Daddy yang paksa masukin tadi kan...uhh! Mmm..dadh ah ahh!”
Wonwoo menarik wajah Soonyoung menyamping dan menciumnya berantakan sementara penisnya disana masih sibuk menerobos keluar masuk lubang Soonyoung.
“Agh ah ah ma-mau keluar lagi daddy”
“Tahan” Wonwoo dengan cepat mengambil penis Soonyoung yang menggantung dan menutup ujungnya dengan jempolnya.
“Ahh jangan di tutupin daddy~hnggg mau keluarrr”
“Tahan sebentar lagi”
Wonwoo semakin cepat menghentakan pinggulnya membuat Soonyoung semakin kacau. Ia sudah diujung namun Wonwoo tidak mengijinkannya. Ia tidak kuat, sodokan Wonwoo di belakang sana tidak memperbaiki keadaan.
“Daddy aahhh gak kuatttt.....daddd ohhh ohh o-ohh daddy please”
Soonyoung merasakan penis Wonwoo semakin bengkak di dalamnya dan ia tau sebentar lagi Wonwoo juga akan meledak.
“Tahan baby argh ahhh shh”
“Hnghh umm....ahh ahh ahh daddy pleassssse ah!”
“Baby arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”
Dengan cengkraman tangan kekar Wonwoo di pinggang Soonyoung yang semakin kuat akhirnya ia keluar di dalam lubang Soonyoung, menyemburkan sangat banyak cairan putih lengket yang bahkan tidak dapat ditampung dilubangnya dan meleleh keluar hingga ke selangkangan Soonyoung. Soonyoung sendiri sudah keluar lebih dulu 30 milisecond sebelum Wonwoo meledak. Memuncratkan cairan spermanya di atas jok mobil Wonwoo.
Soonyoung ambruk. Lemas tengkurap dengan satu kaki masih menggantung di atas lantai.
Sedangkan Wonwoo perlahan mengeluarkan penisnya yang basah berlumur spermanya sendiri yang baru keluar, menimbulkan benang tipis saat di keluarkan dari pantat Soonyoung.
“Daddy mobilnya kotor”
“Gapapa besok ke carwash”
“Hmm....” sahut Soonyoung pelan dan tertidur.