SPARKS
Anginnya masih menggelitik tipis kulit putih siswa kelas sebelas yang sedang dibonceng pelan oleh sahabatnya, memacu motor matic kesayangan dengan hati-hati. Baru sepuluh menit hujan berhenti, jalanan beraspal banyak menampung perikan air dari langit bercampur pasir gersang yang terserak lalu-lalang di siang hari, keduanya berangkat dengan santai agar sampai dengan selamat di lokasi.
Dari gerbang besi yang familiar itu keduanya melihat banyak orang yang juga mulai datang, nampaknya semua sama menunggu langit untuk berhenti menurunkan hujannya.
Soonyoung menunjukkan dua tiketnya yang tersimpan di saku celana kepada panitia yang sebenarnya juga sudah cukup akrab ia kenal. Byungchan siswa kelas 10 IPS berapa Soonyoung lupa, mereka kenal pernah saling membantu di ruang OSIS.
“Have fun kak Nyong!”
“Thank you” balas Soonyoung mengambil kembali potongan dari tiket yang sudah disobek bagian ujungnya oleh panitia.
Setelah mengirim pesan kepada Wonwoo untuk menginformasikan dimana posisinya saat ini, ia kemudian berjalan masuk mencari letak panggung sekolah yang berada di tengah lapangan sepak bola, posisinya di sebelah gedung utama. Lapangan dengan rumput segar warna hijau yang terawat, tanahnya tak menggenang air akibat hujan melainkan langsung menyerap langsung air ke bawah. Memang tidak main-main bisa bersekolah dengan akreditas unggulan seperti ini.
Soonyoung berdiri di samping Jihoon sambil mengecek kembali ponselnya. Wonwoo akan bergabung setelah penampilannya selesai karena waktu pensi yang diundur sehingga beberapa penampilan akan dibuat padat jedanya.
Saat mengunci layar ponselnya ternyata sudah ada Seungkwan yang menarik jaketnya rapat-rapat di sebelah Jihoon mengomel panjang, rupanya kedinginan akibat cuaca malam ini.
Beberapa penampilan dari siswa sekolah mereka sudah disaksikan, diselingi pengumuman dari pertandingan-pertandingan yang sudah diadakan selama seminggu ini. Sahutan riuh saat kelas masing-masing naik ke atas panggung menggambil hadiahnya sebagai pemenang.
Soonyoung tidak mengikuti pertandingan apapun selain kebersihan kelas bersama teman sekelasnya, ia sudah cukup lelah mengurus kelas dan tugas dari guru yang terkadang mendadak diminta.
Mendapatkan bocoran dari sang ketua OSIS Bambam infonya pengumuman pemenang kebersihan kelas berada di setlist terakhir jadi Soonyoung akan bersabar menunggu sambil menikmati penampilan teman-teman sekolahnya di atas panggung.
Riuh kerumunan di sekitar terdengar semakin nyaring bahkan lebih memekakkan telinga dibanding pembagian hadiah juara basket tahunan sekolah ini.
Sudah berdiri dengan percaya diri di atas panggung lima pemuda tampan yang rupanya menjadi magnet penonton malam ini.
Dua wajah yang sangat familiar baginya ada di sana, sejujurnya Soonyoung juga terkejut mengetahui betapa populernya dua orang itu di antara siswa sekolahnya.
Just give me a reason
To give my heart beating
Don't worry it's safe right here in my arms
As the world falls apart around us
All we can do is hold on, hold on
The Beginning – ONE OK ROCK
Suara lembut tanpa instrument musik pada intro lagu membuat Soonyoung menganga disambut tabuhan drum Wonwoo. Penonton dibuat histeris saat petikan jari dari gitar listrik Mingyu dan Dokyeom bersahutan menarik suara Seungcheol keluar dengan tajam dan garang. Ia tak menyangka suara seperti itu dapat keluar dari seseorang seperti Seungcheol yang paling pendiam diantara mereka berlima. Vernon pun seperti tersedot ke dalam dunianya sendiri dengan bass besar yang berkalung di lehernya. Kelima pemuda itu membuat udara dingin akibat hujan beberapa waktu lalu menjadi panas. Temperatur tiba-tiba naik seiring penampilan mereka yang begitu energik, tidak ada penonton yang tak menggerakkan tubuhnya mengikutin alunan musik dari siswa-siswa paling populer di sekolah itu. Semua hanyut dalam musik kencang dengan sajian wajah tampan dan suara merdu di atas sana.
Penampilan mereka sukses membuat acara pensi malam itu semakin meriah.
Total 10 menit setelah turun panggung, Wonwoo kini sudah menyusul Soonyoung di tengah lapangan bergabung dengan siswa lainnya. Dokyeom dan Mingyu pun ikut mengekor ingin menikmati acara ini.
Di panggung sudah ada penampilan lain dengan lagu dari siswa kelas sepuluh.
It's you Loving's so easy to do It's easy baby
It's You – MAX
Membuat suasana malam menjadi romantis, beberapa siswa saling merangkul entah sahabat atau pasangan di sebelahnya saat ini. Tubuh mengikuti irama lembut dari musik akustik yang terasa ringan.
Kebetulan lagu ini adalah lagu favorite Soonyoung, otomatis ia pun ikut menyanyikan liriknya, sambil beberapa kali melirik Wonwoo menggerakkan tubuhnya ke kiri dan kanan pelan, tidak bermaksud apa-apa Soonyoung hanya sangat menyukai lagu ini.
Wonwoo membalas dengan senyuman tipis kemudian merangkulkan lengannya ke pundak Soonyoung, mengikuti alur gerak tubuh yang lebih kecil. Soonyoung hanya menoleh sebentar dan membiarkan tangan itu bertengger di pundaknya.
Oh Wonwoo sadar, ia menyukai orang di sampingnya ini, ada letupan kembang api di dadanya, menggelitik sedikit membuat pusing.
Memang, terkadang logika juga harus mengalah dan menyerah.