SORE

Pukul 5 sore mereka sudah bersiap untuk pulang, hari yang melelahkan tapi juga menyenangkan. Walaupun singkat tapi benar-benar berkesan. Terimakasih Puncak.

Soonyoung sudah siap dengan tas ranselnya yang menggembung akibat terlalu malas melipat kembali pakaian kotor yang sudah dipakai, katanya sekalian pulang dan nggak keluar mobil juga tasnya.

Susunan pembagian mobil masih sama kecuali soonyoung dan wonwoo yang berbeda. Wonwoo mengajak soonyoung pulang bersama dengan alibi ingin mampir di rest area untuk membeli gemblong yang tidak sempat soonyoung beli kemarin. Untuk mobil lain mereka sepakat untuk tidak berhenti di rest area karena mau mengejar sampai di Jakarta sebelum magrib.

Karena mobil wonwoo akan berhenti di rest area maka susunan keberangkatan dipimpin oleh wonwoo, kemudian disusul mobil mingyu, seungcheol dan jun.

“Kamu ngga mau minum dulu wonu?” Kata soonyoung saat mereka baru keluar dari jalan kecil keluar dari area villa.

“Boleh deh itu ada di jok belakang soon minta tolong ambilin”

Soonyoung mengambilkan satu botol air mineral yang memang sudah dibuka dan sisa tiga per empatnya karena sudah diminum wonwoo. Soonyoung membantu membukakan botol agar wonwoo tidak kesulitan. Dia menyerahkan air kemasan tersebut ke depan dagu wonwoo agar mudah diambil, melihat wonwoo yang sedang fokus menyetir, saat wonwoo mengambil botol dari tangan soonyoung kulit mereka sedikit bersentuhan yang memberikan kesan menyetrum di dada soonyoung. Entah kenapa rasanya masih sama seperti tadi malam saat wonwoo menggenggam tangannya.

“Makasih”

“Hmm”

“Kamu kalo mau tiduran gapapa ntar kalo udah sampe rest area aku bangunin”

“Engga ah aku nemenin kamu nyetir aja”

“Semalem kamu begadang gitu nonton youtube sama bang cheol”

“Iya abisnya seru kak han sampe marah-marah hahaha”

“Kaget bang cheol di seret ke kamar sama kak jeonghan gara-gara kamu tuh”

“Ih mana ada wonu, aku kan ngga ngajakin..bang cheol aja yang next next terus nontonya” kata soonyoung antusias menceritakan keseruannya nonton kimbab family dengan seungcheol yang baru pertama kali menonton.

Wonwoo tersenyum sambil terus menyetir. Rasanya tidak pernah semenyenangkan ini perjalanannya dari Bogor ke Jakarta. Mungkin karena ada soonyoung...

Satu jam perjalanan mereka sampai di rest area, saat melihat pedagang dengan box biru besar yang begantung di depan dadanya, soonyoung langsung gelabakan ingin cepat keluar kalau aja tidak di tahan oleh wonwoo.

“Aku parkir dulu ya soonie”

“Ih buruan wonu ntar abangnya pergi”

Wonwoo mengarahkan mobilnya ke pedagang gemblong tadi, membuka kaca mobilnya.

“Bang tunggu bentar ya parkir mobil dulu”

“ABAAAAAAANG TUNGGU YAAAA” Soonyoung menyambar dari sebelah wonwoo membuat si pengemudi sempat kaget

Sama si abang tukang gemblong cuma di jawab “oke a disini aja saya” dengan dua jempol diacungkan

Saat mobil wonwoo sudah terparkir dengan rapih, soonyoung buru-buru turun menghampiri pedagang gemblong tadi. Total ada 5 bungkus gemblong yang soonyoung beli waktu wonwoo menyusul.

“Berapa bang?” Itu wonwoo yang tanya

“50 ribu a”

Wonwoo menyerahkan uang seratus ribu karena dia juga mengambil 2 bungkus tahu sumedang yang kebetulan di jual abang gemblong tadi

“Jadinya 70 ribu ya a, kembalian 30”

“Makasih bang” jawab wonwoo sopan

“Wonu ini aku ganti uang kamu ya” soonyoung membuka waist bag yang di bawanya

“Udah gausah, di makan yang banyak”

“Enggak ah aku beli banyak buat mamah juga ini”

“Yaudah gapapa anggap aja oleh-oleh dari aku”

“Aneh wonu kalo oleh-oleh harus lebih banyak lah tapi makasih ya hehe” kata soonyoung sambil mengunyah gemblong yang sudah di idamkan sejak kemarin

“Hahahaha dasar, ini kamu duluan aja ke mobil, aku mau pipis dulu atau kamu mau ikut?”

“Enggak aku mau makan aja”

Lagi-lagi wonwoo harus menahan rasa gemasnya.

Mereka berjalan menuju parkiran, karena toilet juga tidak jauh dari tempat wonwoo memarkir mobilnya, sebelum pergi wonwoo kemudian menyerahkan kunci mobilnya kepada soonyoung.


Mereka sampai dirumah soonyoung pukul 7.15 malam, setelah masing-masing mengabari teman-temannya di grup kalau mereka sudah sampai, keduanya masuk ke rumah soonyoung agar wonwoo bisa beristirahat sebentar.

“Mamaaaaaaah ~ soonie pulang”

“Kak? Ya ampunnnnn muka kamu kok belel banget kakkk?”

Soonyoung cuma bisa bersungut dengan ucapan ibunya yang membuat dia malu di depan wonwoo. Sedangkan wonwoo cuma bisa menahan tawanya dari tadi.

“Mandi dulu sana kak ajak wonwoo sekalian ke atas cuci muka capek tuh pasti”

“Gak usah tante, wonwoo bentar lagi pulang kok”

“Eh jangan gitu makan dulu disini jadi di kos tinggal istirahat”

Wonwoo melirik ke arah soonyoung meminta persetujuan. Soonyoung mengangguk “ayok wonu”. Setelahnya mereka naik ke kamar soonyoung

Wonwoo jujur canggung masuk ke kamar soonyoung tapi si pemilik kamar terlihat biasa-biasa saja.

“Duduk aja sini” soonyoung menepuk ujung kasurnya, wonwoo menuruti.

“Kamu mau cuci muka duluan? Atau aku duluan mandi?” Hmm kalimat itu terdengar aneh di telinga wonwoo tapi buru-buru di tepisnya.

“Kamu aja duluan mandi, muka kamu udah belel” dengan itu wonwoo dihadiahi lemparan boneka macan soonyoung yang di beri nama 'youngmaeng'. Otomatis gelak tawa wonwoo terdengar seiring soonyoung yang masuk ke kamar mandi.

Setelah makan malam akhirnya wonwoo memutuskan untuk menginap di sana karena paksaan dari Ibunya soonyoung, pertimbangan beliau adalah hujan deras yang turun saat inu sangat deras dan baru saja mendapat berita di tv bahwa banyak pohon yang tumbang di jalan. Awalnya wonwoo merasa tidak enak karena sudah merepotkan tapi akhirnya setuju. Sekarang mereka sudah kembali ke kamar soonyoung untuk beristirahat.

“Kamu pake baju aku dulu ya wonu” soonyoung menyerahkan satu baju kaos yang dia rasa muat untuk wonwoo.

Wonwoo hanya meminjam baju soonyoung karena celananya masih ada yang bersih, hanya baju saja yang sudah habis dipakai semua.

Setelah bersih-bersih dan mandi wonwoo kembali ke kasur yang sudah ada soonyoung yang tengah asik menonton video dance practice di youtube.

“Lomba kamu kapan jadinya?” Kata wonwoo sambil men-charge batrai hpnya di pinggir kasur

“Desember, udah bentar lagi tapi aku masih ngerasa kurang”

“Latihan terus sama yakin”

“Yakin sih tapi kadang suka insecure, kaya apa yaaaa wonu adaaaaa aja yang masih slip”

“Manusia mah emang gitu mana pernah puas”

“Hehe iya sih” kalimat tadi dikuti soonyoung yang menguap dan petir yang menyambar di luar.

“Ih kaget” kata soonyoung tiba-tiba menutup mulutnya yang tadi menguap

“Ayo tidur capek banget sampe mo meninggoy”

“ASTAGAAAA WONU ALAY BANGETTTT”

Wonwoo cuma ketawa sambil merebahkan kepalanya di bantal, sedangkan soonyoung turun dari kasur.

“Ini lampunya aku matiin gapapa wonu?”

“Gapapa aku juga tidurnya gelap”

“Oke”

Tek.

Kemudian lampu dimatikan, soonyoung kembali ke kasurnya dan tidur di sebelah wonwoo. Kalo tadi soonyoung terlihat biasa-biasa saja sebenarnya dia juga berusaha setengah mati untuk menetralkan degup jantungnya. Ada wonwoo yang tidur di sebelahnya.