SHOULD I TRUST YOU?
Soonyoung sudah duduk di kursi penumpang mobil keluaran German itu sambil memeluk tas ranselnya yang ada dipangkuan, lima menit lalu ia sudah menelpon Wonwoo. Terlalu banyak yang harus ia cerna dalam lima menit terakhir ini, salah satunya kenapa wanita di sebelahnya itu tahu tentang statusnya dan Wonwoo, kenapa sudah ada orang lain lagi yang mengetahui hubungan mereka, Soonyoung pikir hubungan ini harus dirahasiakan. Karena, bahkan dirinya sendiri tidak memberitahukan tentang hubungan ini pada dua sahabatnya yang lain kecuali Jeonghan. Ia menutup rapat-rapat sisi gelapnya. Tapi, kenapa Wonwoo seolah-olah menganggap hal ini bukan masalah besar. Entalah, Soonyoung bingung yang pasti sekarang ia harus ikut dengan wanita ini.
Pesan Wonwoo barusan di telepon, Soonyoung harus mengikuti semua yang diminta Claire. Siapa wanita ini sebenarnya? Mau di bawa kemana dia? Ada apa? Rahasia apa yang disembunyikan Wonwoo? Kenapa harus wanita ini, orang yang memiliki kesan pertama yang buruk bagi Soonyoung.
“Nanti Wonwoo aja yang jelasin soalnya kalau sama aku kalian bisa bertengkar” Ujar wanita itu yang sekarang mengenakan kacamata hitamnya dan lipstik merah mencolok.
“Kita mau kemana kak?” tanya Soonyoung datar.
“Salon, to make over you”
“Dalam rangka?”
“He didn't tell you at all, huh?” kembali wanita itu tersenyum.
“He didn't” Soonyoung menunduk menjentikan jari-jarinya.
“He has this important gala dinner tonight and he asked for my favor”
Soonyoung menyerinyitkan dahinya tak paham.
“Anggap aja aku lagi culik kamu atas ijin dia”
“Terus hubungannya gala dinner sama aku apa?”
“Dia mau ajak kamu ke gala dinner tapi kamu lagi ada ujian kan minggu ini? So, He didn't tell you earlier biar kamu gak kepikiran dan fokus belajar”
“Huh? Terus kak claire?”
“He wanted me to help you to dressed up and all for the gala. You know.......my taste is good” Claire menyombongkan dirinya. “Aku bahkan sampai harus membantalkan janji makan siang dengan klien penting hari ini demi kalian”
“Kenapa begitu?”
“Wait.......OH MY GOSH! YOU HAVEN'T GRAB YOUR LUNCH YET, HAVE YOU?” tiba-tiba Claire teringat bahwa Soonyoung baru saja menyelesaikan ujiannya hari ini dan baru teringat saat membahas lunch dengan kliennya.
“Wonwoo is going to kill me” desis Claire panik.
“Tadi aku udah makan bakso kok kak, aku kelar duluan jadi langsung ke kantin”
“Beneran?”
“Iya”
“Oh thank God, tapi tetep aja nanti kita pesen makanan kalau udah sampai”
Mereka sampai di salah satu Salon paling berkelas di Jakarta bahkan kata Claire tadi banyak artis yang mempercayakan salon ini sbg MUAnya.
Dari dalam salon ini memiliki ornamen cream pada dindingnya dengan kaca-kaca besar disekeliling dan jejeran pakaian mewah bergantungan. Soonyoung menyusuri sudut ruangan itu sambil menunggu Claire yang saat tiba langsung menghilang disalah satu ruangan, disana Soonyoung melihat-lihat sekitarnya. Ia tidak pernah pergi ke tempat sebagus ini, bagi Soonyoung ini bukan kapasitasnya.
Tidak lama Claire kembali dengan beberapa pasang pakaian ditangannya. Di sana sudah disiapkan beberapa jas untuk Soonyoung dengan tiga warna berbeda, hitam, abu-abu dan merah maroon.
Soonyoung hanya diam mengikuti Claire.
“Coba yang ini dulu ya, aku udah siapin dua ukuran untuk masing-masing warna takutnya aku salah ukuran kemarin”
Soonyoung menerima tiga warna berbeda dalam satu ukuran.
“Kak..”
“Hmm?”
“I dont really like red” Kata Soonyoung mengembalikan satu setel jas merah dengan bahan kain bludru.
“Ahh ~ oke oke just try those two” Kemudian Soonyoung masuk ke ruang ganti.
.
.
.
“I knew it” ucap Claire menepukkan kedua telapak tangannya di hadapan dada saat Soonyoung keluar dengan setelan abu-abu. “Ukurannya sudah pas yang ini kan kan Soonyoung?”
“Iya kak”
“Oke sekarang coba yang hitam” Jas hitam dengan inner berbahan Organza tipis yang sedikit terawang membuat tubuh Soonyoung semakin berbentuk yang sebenarnya memang sudah bagus.
Soonyoung kembali ke dalam ruang ganti, tak lama ia keluar dengan warna setelah yang berbeda.
“Wow... no wonder Wonwoo is in love with you” Claire sampai menutup mulutnya terkagum-kagum melihat penampilan Soonyoung. “Okay. I'll add my little touch here to make it perfect” Claire mengambil satu scraft tipis berwarna hitam yang memiliki bahan yang sama dengan inner Soonyoung, melilitkan scraft tersebut ke kerah innernya.
“huh?” Soonyoung seperti mendengar sesuatu yang membuat jantungnya sempat tersengat listrik sesat tapi ia juga tak yakin.
“That's it!”
Soonyoung memilhat penampilannya di kaca besar yang ada di hadapannya.
“Do I look good, kak?”
“You look gorgeous” ujar Claire tersenyum.
Soonyoung ikut tersenyum mengangguk senang. Nyatanya Claire tidak seburuk yang ia pikirkan, menilai orang dari kesan pertama ternayta tidak adil. Kita tidak pernah tau ada sikap ramah dan bersahabat di balik fisik luarnya yang mendominasi.
“Sekarang bajunya ganti lagi pakai yang buat kuliah, kita makan dulu tadi aku udah pesen bentar lagi datang. Setelah itu make up” Claire menarik tangan Soonyoung kembali ke ruang ganti.
“Make up?”
“Just a light one, honey. It's an important dinner we need to impressed them”
“I'm not part of them” balas Soonyoung.
“But you'll come with the Jeon Wonwoo” ujar Claire meyakinkan.
“Lebay banget” lirik Soonyoung sinis yang malah membuat Claire terkeke gemas.