Puncak,

Mereka sampai di villa afy pukul 11.30 siang, walaupun terhitung masuk tengah hari namum udara terasa sangat sejuk, berbanding terbalik dengan keadaan kota Tangerang jika dibandingkan saat ini.

Saat dijalan tadi tidak begitu banyak hambatan, mereka sekali berhenti di rest area toll Jagorawi KM 45 untuk beristirahat sejenak. Para 'driver' yang bertugas hari ini seperti seungcheol, mingyu dan jun langsung menuju kios kecil diujung food court untuk memesan mie instan rebus rasa kari yang dicampur telur setengah matang yang di aduk bersamaan di panci, untuk mingyu spesial wajib sayur sawi segar sebagai pelengkap.

Sedangkan, untuk yang lain beberapa berpencar untuk hunting jajanan khas rest area.

Namun, ada satu orang yang sejak turun dari mobil tadi bersungut kesal karena tujuannya untuk lekas sampai di rest area ini tidak ada. Soonyoung yang dari tadi mengomel karena penjual gemblong yang di idam-idamkannya tidak ada satupun yang berjualan.

Biasanya dimusim liburan seperti ini ada banyak pedagang gemblong berkeliling, kue ini terbuat dari campuran ketan dan kelapa parut yang di bentuk lonjong kemudian di balur oleh gula merah cair, setelah itu didinginkan menjadi camilan, bentuknya yang pas sekali lahap cocok untuk menemani saat perjalanan ke puncak.


“Ini AC nya emang dinyalain apa ya?” Tanya seokmin yang bersandar pada sofa dekat jendela ruang tengah

“Jangan norak lo! Mana ada pake AC, ini pintu, jendela kebuka semua, emang dingin lah malih” jawab mingyu sambil membawa kardus mie instan yang dipersiapkan untuk agenda menginap mereka hari ini.

“Seok lu mending nyusul ke bawah ambilin sisa barang di mobil” seungcheol yang juga baru masuk membawa tas anak-anak yang lain langsung menyuruh adik tingkatnya yang lumayan tidak tahu diri itu untuk membantu.

“Hehe iya bang”

Saat ini, waktu mereka habiskan untuk beristirahat dulu menunggu sore, sebagian ada yang berberes di kamar masing-masing dan ada juga yang berkeliling villa seperti Jihoon, Jun dan Seungkwan.

Jangan tanya soonyoung ada dimana, dia sudah pasti ada di tim yang 'sedang berberes di kamar'. Yang berberes cuma Ichan dan Jeonghan karena soonyoung sudah di pastikan menjajah kasur springbed disana.

“Bang tas lo mana sih? Pinggirin dulu” kata Ichan yang masih sibuk menata tas-tas kakak tingkatnya yang kebetulan satu kamar dengannya.

“Tuhhhhhh deket pintu” soonyoung cuma mengerucutkan bibirnya sambil bermain hp, menunjuk dimana tas miliknya diletakkan.

“Nyong tas lo gue buang di kolam renang apa deket rawa-rawa yang kita lewatin tadi?” Kalau jeonghan yang sudah bersuara soonyoung otomatis pasti akan langsung berdiri dan membereskan tasnya. Terbukti dia bangkit dan berjalan gontai ke depan pintu.

'Luar biasa yoon jeonghan' dalam hati Ichan kagum.

Pembagian kamar hari ini, Kamar 1 Jeonghan, seungkwan, Ichan, Soonyoung.

Kamar 2 Vernon, Jun, Seungcheol, Wonwoo

Kamar 3 di lantai dua, mingyu, seokmin, minghao dan jihoon. Sudah dipastikan seokmin girang bukan kepalang bisa berbagi kamar dengan jihoon. Well, lucky for you seok...

Mereka tidak menyiapkan games untuk agendanya dipuncak kali ini karena memang niat awal adalah untuk bersatai-satai saja menikmati liburan sekolah atau kalau boleh dibilang memang jeonghan tidak mau ribet menyiapkan keperluan games yang menguras energinya. Baiklah paduka.

Sampai saat ini soonyoung belum mendapat kabar lagi dari wonwoo, balasan chat terakhir tadi adalah saat mereka akan berangkat dari rumah jeonghan dimana wonwoo yang katanya akan menyusul pukul 5 sore dari rumahnya.

Soonyoung sekarang berada di balkon lantai 2, menghadap perbukitan di depannya. Memang tidak salah jeonghan menyarankan villa ini, letaknya memang berada paling ujung di bading lokasi villa lain, sedikit masuk lebih jauh untuk sampai, belum lagi harus naik ke jalan tidak beraspal yang cukup menanjak. Namun, hasilnya benar-benar sesuai dengan usaha, karena posisi paling ujung dan lebih tinggi dari villa lain maka saat kita berada di balkon lantai dua ini hamparan bukit hijau terlihat jelas, menyejukkan dan menenangkan. Lumayan untuk melepas penat dari hiruk pikuk Jabodetabek yang penuh dengan asap kendaraan dan bising jalanan. Hati soonyoung rasanya tenang.

Jam sudah menunjukan pukul 7.00 malam dan hari sudah gelap, penjaga villa sudah sejak tadi menyiapkan catering makan malam yang memang satu paket dengan penyewaan villa ini. Makan yang disajikan juga beragam mulai dari ayam bakar, ikan nila goreng, sayur asem, lalapan, sambal terasi, sambal mangga, tempe tahu goreng, tumisan kangkung dan kerupuk udang. Benar-benar tidak salah pilih.

Saat seungcheol memanggil teman-temannya untuk berkumpul makan malam, dari depan pintu utama akhirnya datang seseorang yang diam-diam soonyoung tunggu sejak tadi.

Wonwoo dengan baju kaos hitam, celana jeans hitam, kaca mata andalannya dan masker

'hmm apa tidak kedinginan dia ke pucak naik motor dengan pakaian begitu?' dalam hati soonyoung yang melihat kedatangan wonwoo dari arah dapur

“Sampe lo won” kata seungcheol yang menghampiri wonwoo

“Iya bang, agak sorean gua tadi berangkat pamit sama nyokap dulu soalnya”

“Iya gapapa santuy aja bro, buru dah langsung makan itu udah pada ngumpul di dapur”

“Sip bang” setelahnya wonwoo mengikuti seungcheol ke dapur, tas yang di bawanya hanya di letakkan di atas sofa ruang tengah yang tadi sempat di pakai seokmin bersantai

Masing-masing sudah sibuk mengambil makanannya. Lihat saja seungkwan dan Ichan yang berebut bagian dada ayam yang menurutnya paling besar, ada juga mingyu dan jihoon yang sudah tenang di pojok meja makan dengan segunung lauk pauk dan jeonghan yang membantu seungcheol mengambil makanannya.

“Hai” sapa wonwoo saat melihat soonyoung yang masih berdiri mengantri

“Hai” balas soonyoung dengan canggung

“Udah kaya 2 tahun ga ketemu aja canggung banget” goda wonwoo

“Siapa juga yang canggung ih gaje wonu” telinga soonyoung merah hingga ke leher, untung lampu dapur ini temaram jadi tidak begitu nampak

Wonwoo tersenyum, wonwoo kangen panggilan khas soonyoung untuknya 'wonu'.

Setelahnya mereka berdua makan di ruang tengah di depan tv duduk bersila dengan rapih, karena meja makan di dapur tadi sudah penuh oleh yang lain.

“Jam berapa tadi berangkatnya wonu?” Katanya soonyoung sambil menyuap tempe gorengnya

“Jam setengah 7, jalannya setengah jam doang. Ngaret banget ya?”

“Lumayan”

“Iya soalnya nunggu bunda pulang dari rumah sakit dulu aku mau pamit”

“Loh emangnya ga balik rumah lagi?”

“Enggak, ntar aku langsung ikut ke tangerang juga bareng kalian pulang ke kosan”

“Lohhh naik motor begitu wonu”

“Yee biasa aja kali udah sering, tapi ini aku ga bawa motor sih. Aku tinggal di rumah bogor”

“Jadi kesininya tadi di anter?”

“Enggak, tadi aku bawa mobil ayah dari rumah. Ayah ada seminar minggu depan di Jakarta jadi gapapa mobilnya aku bawa, kalau seminarnya udah kelar di bawa balik deh mobilnya ke bogor”

“Oh gituuu pantes bajunya begitu doang”

“Kenapa emang?”

“Kamu kaosan doang apa ga kedinginan kalo naik motor”

“Cie merhatiin”

“Ih apaan engga tuh, jelek banget wonu mulutnya” kemudian soonyoung meneguk es tehnya dengan gugup.