pulang
Sewaktu Wonwoo kembali ke kamarnya keadaan lampu sudah meremang. Hanya lampu meja belajar Soonyoung saja yang menyala, orangnya entah kemana.
Namun, suara air di kamar mandi seketika menghapus pertanyaan di kepalanya barusan atas keberadaan teman satu kamarnya.
Wajahnya murung langkah kaki pun gontai menuju meja belajar dengan laptop dan beberapa lembar kertas yang berserakan.
Melihat itu, Wonwoo menghampiri. Sadar bahwa dirinya tidak mendapat saapaan sejak tadi.
Dipeluknya dari belakang sahabat yang bersedih, walau terhalang kursi namun lengannya tetap penuh memeluk erat.
“Mau pulang ke rumah ya?” Tanyanya lembut.
Hanya mendapat anggukan, Wonwoo kemudian mencium pundak Soonyoung.
“Kapan?”
“Besok sore” jawabnya pelan.
“Bokap sekarang di mana?”
“Nginep di hotel, besok ke sini lagi jemput”
“Masih ada kuliah pagi ya?”
“Iya”
“Yaudah dilanjut dulu reportnya habis itu langsung tidur” ujar Wonwoo menepuk punggung Soonyoung halus. Tidak mau mengganggu lebih lama karen Wonwoo tahu Soonyoung sedang banyak pikiran dan lelah.
“Nu...” Panggil Soonyoung sebelum Wonwoo memanjat ke atas tempat tidurnya.
“Hmm?”
“Mau tidur di kasur lo”
“Sini” ajak Wonwoo.
Setelahnya report yang belum selesaipun ditinggalkan Soonyoung. Otaknya terlalu lelah untuk melanjutkan, dia butuh istirahat dan pelukan Wonwoo adalah yang paling tepat untuk gusar hati Soonyoung malam ini. Tepukan-tepukan kecil Wonwoo pengantar tidurnya.