POLSEK

Wonwoo datang ke Polsek Jakbar setelah mendapat pesan dari Soonyoung. Di sana ia melihat Soonyoung yang duduk melamun di kursi tunggu front office sendirian sambil menggenggam kedua tangannya.

“Baby” Panggil Wonwoo saat sudah berada disampingnya, menyentuh pundak yang sedang bersedih.

Soonyoung yang tersadar akan kedatangan Wonwoo langsung berdiri dan memeluknya. Dipelukan itu Soonyoung berbagi sedihnya, perasaan yang sejak tadi berkecamuk memenuhi hati dan kepalanya ia tumpahkan. Air mata Soonyoung tak dapat lagi dibendung, air mata yang untuk pertama kalinya Wonwoo lihat, air mata yang nyatanya bisa membuat hati Wonwoo tersanyat hanya karena melihatnya.

Wonwoo membalas pelukan Soonyoung mendekapnya aman dan menepuk punggungnya lembut. “It's okay baby, Jeonghan is safe now” bisik Wonwoo menenangkan.

“Kak Han berbulan-bulan ngadepin ini sendiri, dad. Aku bahkan gak tau sahabatku hidup dalam neraka” tangis Soonyoung menjadi. Wonwoo mengeratkan pelukkannya.

“He got us now, sekarang kamu sudah tau jadi jangan sedih lagi ya. Temani Jeonghan sampai ini selesai, baby you gotta be strong for him, he needs you, mingyu and seungkwan. Don't worry I'll be with you”

Soonyoung mengangguk dalam pelukan Wonwoo kemudian melepaskan pelukkannya. Wonwoo menangkup pipi yang lebih muda, mengusap air matanya dengan ibu jari.

“Jelek kalau nangis” ujar Wonwoo.

Soonyoung kemudian tersenyum walaupun pipinya masih basah.

“Better” balas Wonwoo lagi melihat pelangi kembali di mata Soonyoung. .

.

.

“Kenapa nangis?” Tanya Jeonghan pada Soonyoung saat sudah selesai memberikan keteranganya.

“Gak ada yang nangis, kak han tuh nangis sesunggukan”

“Boong lagi sama gue” Jeonghan menarik pipi gembul Soonyoung.

“Dikit doang” kata Soonyoung mengerucutkan bibirnya.

“Gue gakpapa Soonyoung, udah jauh lebih baik”

“Gue mau peluk” ujar Soonyoung tiba-tiba.

Kemudian kedua sahabat itu berpelukan disaksikan Wonwoo dan Seungcheol yang ada di sana. Tidak ada canggung hanya kelegaan yang dirasakan.

“Nyong, kalau dia udah ketangkep gue mau pindah apart”

“Kemana kak? Di tempat gue aja dulu”

“Ya belum tau sih tapi mas seungcheol bilang dia ada refrensi deket-deket kampus”

“Boleh pindah asal udah dapet dulu apartnya, gak boleh kalau masih belum jelas” tegas Soonyoung.

“Gak enak sama Wonwoo”

“Ih apa sih kak! Gapapa, Pak wonwoo juga gak masalah, iya kan daddy?” Soonyoung langsung menoleh kepada Wonwoo yang ada di belakangnya.

Wonwoo yang kikuk terpaksa menganggukkan kepalanya membuat Seungcheol diam-diam tertawa. Betapa bedanya Wonwoo yang sekarang saat bersama Soonyoung.

“Tuh kak han! Orangnya sendiri yang iyain” Soonyoung menggandeng tangan Jeonghan keluar Polsek menuju parkiran.

Jeonghan hanya menyerinyit merasa tidak enak dengan Wonwoo.

.

.

.

Siang itu Jeonghan dan Soonyoung diantar kembali ke apartement setelah mengabari kedua sahabat mereka yang lain yaitu Mingyu dan Seungkwan. Mereka memutuskan untuk menginap bersama di apartment Wonwoo sebagai bentuk dukungannya untuk Jeonghan. Bahkan tak disangka-sangka karena Wonwoo yang merasa canggung dengan teman-teman Soonyoung ia jadi mengajak Seungcheol untuk inkut menginap. Berakhirlah apartment Wonwoo menjadi penginapan sementara keempat sehabat dan sekretarisnya itu.