PAGI
Xxxxxxxxxxx
Mohon yang belum legal ditutup dulu ya.
Konten 🔞 I've warned you.
_
Wonwoo was streching his body on the bed when soonyoung entered their room.
“Lama banget” kata wonwoo dengan wajah bantalnya di atas kasur.
“Yakan makan dulu yah”
“Sini..” ujar wonwoo menepuk-nepuk permukaan kasur yang kosong di sebelahnya
Soonyoung menuruti suaminya tersebut yang sedang dalam mode manja, soonyoung maklum wonwoo sudah biasa seperti itu apalagi setelah melewati akhir bulan yang panjang dan lembur yang melelahkan.
Soonyoung berbaring di sebelah wonwoo dengan kepalanya yang ditumpu oleh lengan kiri wonwoo sebagai bantalnya. Diciumnya lembut pipi sang suami yang lebih tirus.
“Capek banget ya yah?” Tanya soonyoung.
Wonwoo hanya mengangguk dengan mata terpejam namun tangannya menarik kepala soonyoung kepelukannya lebih dalam.
Sekarang wonwoo yang mencium wajah soonyoung lembut, dari pucuk kepala, kening, mata, pipi kanan, hidung hingga bibirnya. Semuanya wonwoo lakukan dengan mata yang masih terpejam. Soonyoung membalas ciuman sang suami tidak kalah lembutnya, “makasih ayah udah kerja keras untuk keluarga kita” ucap soonyoung dengan bibir yang masih menempel dengan bibir wonwoo.
“Hmm” balas wonwoo berdeham rendah sambil mencium soonyoung lagi, soonyoung tau suaminya itu sedang 'membutuhkannya'.
“Gimana yah rasanya puasa 5 lima bulan?” Celetuk soonyoung disela-sela ciumannya.
Wonwoo otomatis membuka matanya, menatap datar soonyoung.
“Gatel” ujar wonwoo
“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH” jawaban wonwoo barusan spontan membuat soonyoung terbahak-bahak, tidak menyangka suaminya akan menjawab se-frontal itu.
“Yaudah sini mana yang gatel? Di sini ya?” Kata soonyoung lagi setelah menetralkan tawanya tadi yang mendapat tatapan tidak enak dari wonwoo. Soonyoung meraba bagian depan celana wonwoo, menyentuh tempat yang paling 'membutuhkan' perhatiannya.
Wonwoo kembali menciumi bibir suaminya, menghisap dalam bibir bawah soonyoung kemudian menautkan lidah basah mereka untuk beradu.
Wonwoo mengangkat baju soonyoung sampai batas dadanya, mengusap perut buncit soonyoung sangat lambat dan menelusurinya dengan telapak tangannya yang besar. Ciuman dan tautan lidah mereka tidak pernah lepas sampai wonwoo mengusap puting kiri soonyoung dan membuat pemiliknya memekik kaget..
“eungh!” Pekik soonyoung merasakan telunjuk dan jempol bulat wonwoo memilin ujung putingnya kemudian di tarik kecil.
Posisi soonyoung telentang dengan wonwoo yang kini bertumpu dengan siku kirinya agar bisa menciumi soonyoung dan tangan kanannya yang masih aktif mengusap dan memilin puting yang sudah mulai mabuk oleh sentuhan-sentuhan sang suami.
Ciuman wonwoo turun ke rahang soonyoung, mengecupnya lembut dengan sesekali menghisapnya, lindah wonwoo bergerak ke cuping telinga soonyoung memberikan jilatan tipis membuat pemiliknya menggeliat, karena terkejut dengan rangsangan tersebut soonyoung tidak sengaja menggerakkan kakinya dan lututnya menggesek permukaan celana wonwoo. “Akh!” Wonwoo merasa seperti baru saja terkena setrum tegangan sedang. Soonyoung yang tentu saja menyadarinya malah melanjutkan aksinya barusan. Soonyoung kembali menggesekkan lututnya di bagian depan celana wonwoo membuat pemiliknya semakin gencar menjilati cuping telinga soonyoung dan terus turun ke perpotongan lehernya.
Soonyoung dipagi hari wangi tubuhnya benar-benar segar, wonwoo suka.
Kini tangan wonwoo menarik lebih tinggi lagi kaos yang soonyoung kenakan hingga di atas dadanya, puting soonyoung benar-benar sudah tegang dan memerah karena ulah wonwoo, dijilatinya puting merah itu bergantian membuat kepala soonyoung terasa ringan di udara
“Eungh..” desah soonyoung saat putingnya bersentuhan dengan lidah wonwoo.
Wonwoo kembali begerak, ciumannya turun ke atas perut buncit soonyoung mencium permukaannya dengan hati-hati, saat sampai dikulit bawah perut soonyoung yang berbatasan dengan karet celanannya, wonwoo menatap soonyoung seolah-olah meminta izin dan dengan anggukan pelan soonyoung memberikan izinnya. Wonwoo membuka celana panjang soonyoung yang senada dengannya, menariknya turun dari pangkal kaki soonyoung. Dari sini terlihat sesuatu yang sudah menyembul dari permukaan celana dalam soonyoung yang masi terpasang. Wonwoo menciumi sembulan itu dari balik celana dalam soonyoung, menjilatnya dari bawah hingga kepangkalnya sambil menatap soonyoung.
“Shh eumm” desah soonyoung
Saat melihat soonyoung seperti itu, wonwoo sudah tidak tahan lagi. Dibukanya celana dalam soonyoung yang sudah basah permukaannya akibat air liur wonwoo. Setelah terbebas di pegangnya kepemilikan soonyoung yang menengang.
“Boleh sayang?” Ujar wonwoo
“Iya yah..” jawab soonyoung yang sudah mulai hilang akal sehatnya sambil menggeliat.
Wonwoo mengocok pelan pangkal penis soonyoung dengan tempo stabil, jempolnya yang diusapkan ke ujung penis soonyoung membuat gerakan melingkar seolah-olah memberikan stimulasi nikmat untuk pemiliknya dan membuat cairan pre-cum keluar memperlancar kocokan wonwoo.
Jilatan lidah wonwoo diujung penis soonyoung membuat desahan soonyoung semakin kacau. Tubuh soonyoung terus bergerak-gerak tidak karuan di atas kasur. Di hisapnya dalam penis soonyoung sambil memainkan dua buah bolanya di bawah sana.
“Ah yahh....aduh...eungh”
Wonwoo terus bekerja di bawah sana, mengulum penis soonyoung basah, rasanya lembut dan tebal. Jilatan wonwoo turun dari pucuk penis soonyoung ke pangkalnya, ke dua bola kembar soonyoung, dan akhirnya lidah wonwoo sampai di depan kerutan lubang kenikamatan soonyoung. Entah kapan wonwoo membuat kaki soonyoung menekuk seperti sekarang, namun yang pasti saat ini soonyoung sudah mengangkang dengan lebar di hadapan wajah wonwoo.
Lidah wonwoo melanjutkan pekerjaannya menjilati permukaan lubang soonyoung yang berkedut warna merah muda.
Ujung lidah lancip milik wonwoo masuk menerobos lubang soonyoung, rasanya basah dan soonyoung pusing dibuatnya. Lidah wonwoo terus menghisap dan menjilati lubang itu.
“Auhhhhh shh..” tidak ada hentinya soonyoung mendesah
Mendengar itu wonwoo semakin bersemangat, tangan kirinya mengocok lagi penis soonyoung yang memerah sedangkan lidah dan dua jari kanannya kini bergantian masuk di lubang soonyoung.
“Do you like it when I fuck you with my tongue, babe?” Tanya wonwoo
“I-Iya....w-wonu..” soonyoung sudah kepalang tegang, telinganya terasa ditulikan, yang ada hanya nikmat.
Soonyoung menggelinjang, jilatan lidah wonwoo membuat semuanya terasa benar dan berantakan disaat yang bersamaan.
“Wonu....m-mau keluarh”
“Keluarin sayang” ujar wonwoo masih terus berkerja di bawah sana
Pada tusukan jari wonwoo yang kedua setelah hisapan dalamnya pada lubang soonyoung, akhirnya soonyoung mencapai puncaknya, cairan putih soonyoung tumpah di tangan wonwoo.
Soonyoung terlihat terengah-engah setelah pelepasannya, kemudian ia menarik kepala wonwoo untuk diciumnya. Mereka berciuman lamat.
Di bawah sana wonwoo sudah benar-benar menengang di balik celana training abu-abunya ditambah gesekan lutut soonyoung yang kembali meraba.
“Ayah....keras banget itu” ucap soonyoung sayu melirik bagian bawah celana wonwoo.
“Bantuin....” Kata wonwoo pelan. Setelahnya soonyoung bangkit dan berdiri dibantu oleh wonwoo, tak bisa dipungkiri soonyoung sedikit kesusahan dengan perut buncitnya.
Soonyoung berlutut dilantai menghadap wonwoo yang duduk di pinggiran kasur.
“No..no..no..baby don't, get up” wonwoo buru-buru bangkit dan membuat soonyoung berdiri lagi, mendudukan suaminya yang tengah hamil dipinggir kasur.
“Kenapa wonu?”
“Sayang jangan di bawah kasian adek nanti perutnya sakit”
Wonwoo memang sudah diselimuti kabut napsu namun akal sehatnya masih berjalan. Suaminya hamil dan iya tidak ingin suaminya kesakitan dan tersiksan karena ulahnya.
“Kaya gini aja”
Sekarang wonwoo berdiri di hadapan soonyoung yang duduk di pinggir kasur, penis tegang wonwoo berada tepat di depan hidung soonyoung walaupun masih di lapisi celana.
Soonyoung menarik pelan celana training wonwoo tersebut berbeda dari wonwoo, soonyoung langsung melepas bersama dengan celana dalamnya.
Karena saking tegangnya penis wonwoo yang baru bebas dari celana menampar sisi pipi kanan soonyoung.
Soonyoung sempat kaget namun tidak mempermasalahkannya, kini penis berurat kencang itu sudah digengam soonyoung. Hangat yang wonwoo rasakan.
Dengan pelan soonyoung menjilat ujungnya yang sudah basah dan membuat seluruh tubuh wonwoo merinding.
“Ah..” desahan lolos dari mulut wonwoo
Tangan kiri soonyoung meraba perut berotot wonwoo, bentuknya benar-benar bagus tidak berlebihan, kencang dan keras. Wonwoo benar-benar berusaha membentuk tubuhnya, soonyoung suka itu dan membuatnya bergairah.
Suhu tubuh wonwoo semakin memanas, tak tahan ia lepaskan kaos yang masih menggantung ditubuhnya. Sekarang wonwoo benar- benar telanjang di hadapan soonyoung.
Melihat itu soonyoung juga ikut memanas, jilatan diujung penis wonwoo bertambah menjadi jilatan di pangkalnya, layaknya memakan sebuah ice cream soonyoung tanpa henti memainkan lidahnya sepanjang lekuk urat-urat penis wonwoo. Saat semua permukaannya sudah dilumuri oleh air luar soonyoung, soonyoung langsung mengulumnya dalam.
“OH LORD!!” erangan wonwoo terdengar saat seluruh batang penisnya masuk ke mulut hangat soonyoung.
Kuluman soonyoung dalam dan basah membuat wonwoo benar-benar gila. Sudah hampir 6 bulan wonwoo tidak bersetubuh dengan soonyoung pasca kehamilannya, dan hari ini ia benar-benar tidak bisa menahan hasrat biologisnya lagi.
Soonyoung memaju mundurkan kepalanya, tangan kanannya mengocok bagian pangkal yang tidak dapat sepenuhnya masuk dimulut soonyoung, sesekali memainkan bola kembar wonwoo.
Wonwoo tidak ingin menyakiti suaminya namun ia kacau, mulut soonyoung merobohkan pertahanannya. Ia ingin mengontrol gerakannya namun napsu berkata lain kini pinggul wonwoo ikut menggenjot mulut soonyoung mengejar pelepasannya.
“Akhhh sayang enak banget..shh ahh soonyoung”
Soonyoung terus mengulum dalam, sesekali mengeluarkan penis wonwoo dan memberikan bunyi 'pop!' saat dikeluarkan, kemudian soonyoung akan menjilati lagi ujungnya mengusap-usap dengan jempolnya lalu mengulumnya lagi. Berulang kali hingga membuat wonwoo hampir gila.
“Mulut kamu......” “Ah!” “Dalemin sayang.....”
Saat soonyoung merasa wonwoo mulai membengkak di dalam sana ia terus menambah kecepatannya, mengejar pelepasan wonwoo. Mengulumnya basah
“Urghhh...shhh k-keluar sayang..AHHHHHH!!!”
Wonwoo bergetar, dimuntahkannya cairan putih itu di dalam mulut soonyoung, banyak dan kental hingga sebagian meleleh di sisi bibir soonyoung, soonyoung masih mengocok dan mengulum penis wonwoo yang masih menyemburkan putihnya, mengahantarkan klimaksnya hingga benar-benat tuntas dan itu membuat seluruh kujur tubuh wonwoo bergetar.
“Shh ahh..” erang wonwoo lagi saat mengeluarkan penisnya yang masih setengah menegang dari mulut soonyoung saat sedikit tergesek gigi soonyoung.
Setelahnya dicium lembut bibir suaminya yang masih basah karena sperma wonwoo yang luber hingga ke leher soonyoung.
“Makasih sayang” ujar wonwoo
“Laper” balas soonyoung tiba-tiba membuat wonwoo tergelak tawa.
Ya sudah pasti soonyoung lapar lagi setelah kegiatan melelahkan barusan.