MASIH DI JEPANG
.
.
“Aw aw sakit yang!” Soonyoung mencubit lengan suaminya.
“Buruan ih makanya”
“Sabar dong, ayah masih nyisir rambut nih”
Soonyoung meninggalkan Wonwoo di kamar dan menuju pintu depan untuk bersiap-siap. Saat melewati ruang tengah ia melihat jejeran tiga orang yang sedang berbaring di depan TV, ada ibunya yang sudah terlelap dengan tangan yang sesekali tanpa sadar menepuk-nepuk Sooah yang juga tertidur dan Sunoo yang masih terjaga menonton serial kartun berbahasa Jepang di TV.
“Kak” bisik Soonyoung dari kejauhan, Sunoo hanya menoleh karena lengannya yang di pakai si kecil untuk tidur.
“Papa pergi dulu ya” masih berbisik.
Sunoo mengangguk pelan agak tidak membangunkan nenek dan adiknya. “Hati-hati pa” ucapnya tak bersuara bersamaan lambaian tangan Soonyoung.
Tak lama Wonwoo menyusul keluar kamar menghampiri Sunoo dan mengusak puncak kepala anaknya dan meninggalkan ketiga orang itu untuk menuntaskan tidur siangnya yang kesorean.
“Kemana nih yang?” Wonwoo menggandeng tangan Soonyoung berjalan menyusuri jalan.
“Taman Hama Rikyu aja yah deket”
“Main yang jauh kali”
“Udah disana aja ayah, kan deket pasar Tsukiji biar pulangnya bisa belanja ikan sama sayuran”
“Yee ujung-ujungnya tetep aja ngajak ke pasar” sahut Wonwoo.
“Nggak mau?” Soonyoung langsung menghentikan langkahnya, menghadap Wonwoo dengan tatapan merajuk.
“Mauuuu..mau sayangku” bujuk Wonwoo lagi menarik tangan Soonyoung dan mencium punggung tangan suaminya.
“Hmm”
“Jangan ngambek ayuk” Wonwoo menarik tangan suaminya melanjutkan perjalanan ke Statiun Shiodome. Dari rumah Soonyoung ke Stasiun memakan waktu 16 menit jika berjalan santai. Kemudian dari sana mereka akan naik kereta di jalur JR Yamanote Line selama tiga menit dan kemudian turun di Stasiun Sinbashi.
Taman Hama Rikyu merupakan taman warisan budaya Jepang, selain memiliki nilai histori disana juga banyak dihiasi oleh bunga sakura, batang pohon keyki dan gingko menjadikan pemandangan warna warni di kota Tokyo menjadi semakin indah.
Soonyoung dan Wonwoo sampai disana pukul 4.40 sore, udaranya sejuk dan tidak terlalu ramai membuat perjalanan mereka terasa menyenangkan. Masih bergandengan tangan, keduanya menyusuri jembatan kecil yang melitang di atas kanal sungai kecil di Taman Hama Rikyu, mengambil beberapa foto dan berbagi cerita-cerita ringan tentang keluarga kecil mereka. Suasana yang sangat nyaman.
“Bersih banget ya yang”
“Iya jadi betah”
“Kenapa dulu sayang nggak mau balik ke sini aja waktu di ajak sama bapak ibu?”
“Kan kuliah yah”
“Bener itu doang?”
“Ya......enggak sih” kata Soonyoung yang sekarang menyenderkan kepalnya di dada Wonwoo, masih memandangi sungai kecil di depannya.
“Terus?”
“Kan aku ada pacar waktu itu, gak sanggup deh LDR kayanya” jawab Soonyoung enteng.
“Seokmin?”
“Menurut ayah?”
“Bucin....”
“Idih biarin, namanya juga punya pacar. Emang ayah!” jawab Soonyoung lagi, sewot.
“ayah kenapa?”
“Belajaaaaaaaaaaar mulu, itu dulu buku sama jurnal apa gak bosen di pandangin ayah terus”
“Yang enak kali ya kalo nyeburin kamu ke sungai ini” kemudian Wonwoo menarik Soonyoung ke tepian sungai, menarik-narik suaminya yang sudah panik takut terpeleset masuk ke sungai.
“YAHHH!!! YAH!! IH YAAAAHHHH! AYAH!” Soonyoung terus mencengkram sweater ungu milik wonwoo, ibarat nyawanya bergantung pada kain hangat itu.
Melihat suaminya yang sudah ketakutan Wonwoo kemudian menarik Soonyoung ke dalam dekapannya. Memeluk yang lebih kecil sambil terus tertawa bahkan membuat Soonyoung yang berada dalam pelukannya merasakan getaran tubuh Wonwoo yang masih terbahak-bahak.
“Iseng banget wonu!” Soonyoung memukul dada suaminya.
“Rasain!” dengan wajah mengejek lagi-lagi Wonwoo menggoda Soonyoung, jelas membuat suaminya itu kembali merajuk.
“Jelek gitu mukanya di tekuk”
“Bodo” ujar Soonyoung melepas pelukan Wonwoo.
“Sini ih ngapain jauh-jauh” belum sempat pergi, tangan Soonyoung kembali di tarik Wonwoo dan dengan cepat Ayah dua anak itu mendaratkan ciumannya di bibir Soonyoung.
Diciumnya lembut bibir manis suaminya yang merajuk, membisikan kata cinta di setiap lumatannya. Ucapan terimakasih yang tidak ada henti-hentinya, untuk Soonyoung yang selalu sabar dan setia mendampingi Wonwoo.
Sore itu taman Hama Rikyu terlihat lebih indah, entah karena bunga sakura yang semakin bermekaran atau cinta Soonyoung dan Wonwoo yang semakin dalam.