Disco Pangpang 2.0

Sudah 20 menit sejak Hoshi menunggu dengan bosan di depan patung Elsa tak jauh dari toilet umum dimana Jeonghan masih menyelesaikan urusannya.

Kalau bukan karena ikatan pertemanan mereka yang sudah berjalan 8 tahun mungkin saat ini Hoshi sudah menelantarkan sahabatnya itu dan berada di depan sebuah mangkuk Kalguksu hangat dan siap menyantapnya dengan lahap.

“Hoyyyy!”

Di tengah rasa laparnya yang luar biasa, seseorang baru saja menyapa Hoshi. Mengangkat tangannya tinggi-tinggi di udara, seperti kawan lama yang baru berjumpa.

Mencoba ramah Hoshi membalas dengan senyum kaku.

“Siapa ya?”

“Hyung! Kita tadi naik disco pangpang barengan” kata pemuda ceria tadi.

“Oh ya?” Balas Hoshi masih kaku.

“Tangannya gak sakit kan, hyung?” kali ini pertanyaan terdengar dari suara lain, suara yang lebih berat dan dalam.

Tidak sadar akan sekitar entah karena perut kosong yang terus meronta atau karena langit yang mulai gelap Hoshi dibuat terkejut. Bocah riang tadi datang dengan dua orang laki-laki lain dan salah satunya adalah lelaki bertopi hitam yang sejam lalu menariknya dari lantai wahana yang berguncang dan hampir membuat organ pemompa darahnya melompat dari tempatnya karena diserang gugup.

Laki-laki yang menarik pinggangnya sebelum hempasan keenam di wahana disco pangpang.

“Ah! Kamu! Aduh, maaf tadi didudukin pas di wahana” kata Hoshi reflek.

“Gapapa. Udah biasa” balas si pemuda dengan topi hitam.

Heol! Udah biasa katanya. Oke

Belum sempat merespon, Hoshi kembali mendapat deratan pertanyaan lain.

“Hyung, namanya siapa? Kenapa kok sendirian? Temannya yang tadi akrobat mana?” sekarang bocah riang yang pertama kali menyapanya tadi yang bertanya.

“lagi nungguin dia di toilet, katanya ngantri” balas Hoshi ramah.

“Santai aja kali, hyung. Pake gue-lo aja. Btw, nama gue Lee Chan”

Oh, bocah periang ini Lee Chan. Cute

“Okay Chan. Gue Hoshi”

Cool name” kata pemuda bertopi hitam.

Thanks?” Balas Hoshi, ragu apakah ungkapan barusan adalah sebuah pujian atau bukan.

Dan,

Untuk pertama kalinya Hoshi melihat wajah pemuda bertopi hitam tadi dengan jelas saat ia membuka topinya dan melemparkan satu senyum simpul pada Hoshi.

Bro, please don't

“Gue Wonwoo, hyung”

“Ah, Wonwoo. Makasih ya yang tadi and sorry

“Wah hyung kalau tadi Wonwoo gak narik mungkin bisa kepental keluar wahana”

Wajah Hoshi berubah horor membayangkan ucapan Chan.

“Ngehe lo jangan gitu dong kasian orang jadi takut ntar gak mau lagi main disco pangpang” sumber suara lain lagi yang baru Hoshi dengar. Asalnya dari arah belakang.

“Gue Mingyu, sebenernya udah ngeliat temen-temen cunguk gue gangguin lo dari tadi tapi gue tinggal dulu beli jagung keju buat Dokyeom soalnya ntar ngambek” kata Mingyu panjang lebar.

Dalam hati Hoshi siapa lagi yang namanya Dokyeom. Sedetik kemudian barulah ia kembali sadar, masih ada satu orang yang belum memperkenalkan diri. Perut laparnya bener-benar tidak bisa diajak berkoordinasi.

“Lama ya lo, nyet. Gue udah laper banget ini” Dokyeom bersuara sambil mengambil alih jagung keju dari tangan Mingyu.

“Masih lama di sini, hyung?” Tanya Wonwoo lagi.

“Enggak, habis ini mau pergi makan terus pulang” balas Hoshi dengan sisa tenaganya.

“Yaudah ikut kita aja, Dokyeom paling tau rekomendasi restaurant enak. Jangan makan di sini, mahal and tasteless” ajak Wonwoo.

“Suka kalguksu, gak?” sekarang Dokyeom yang bertanya.

Please” Hoshi hampir menangis hanya karena mendengar kata Kalguksu, kalau tidak ingat Jeonghan mungkin ia sudah menghilang bersama empat pemuda ini.

Beruntung, tidak sampai empat menit kemudian Jeonghan muncul. Singkat kata, mereka pun berkenalan sepanjang jalan keluar dari taman bermain itu.

“Hmm nama restaurantnya apa?” tanya Hoshi.

“Gampang, ikutin mobilnya Wonwoo aja hyung” jawab Chan.

“Kita gak bawa mobil, tadi berangkat pakai taksi online”

“Kalau gitu bareng aja sama kita, masih cukup kok” ajak Wonwoo kembali.

“Aduh, gak enak numpang Wonwoo” kata Hoshi tulus.

“Mobil Wonwoo besar” itu Mingyu.

Mendapat tendangan kecil dari Jeonghan di kakinya. Akhirnya, Hoshi mengalah dan ikut menumpang di mobil Wonwoo.

Mereka pun berangkat dengan Wonwoo yang menyetir, sedangkan Dokyeom di sampingnya. Jeonghan dan Hoshi di kursi tengah, dan Mingyu Chan berada di kursi paling belakang. Keenamnya tampak cepat akrab. Terimakasih kepada Chan dan Mingyu yang memiliki kepribadian yang menyenangkan.